Selama masa apartheid berkuasa di Afrika Selatan, buruh-buruh
anggur tidak pernah diupah dengan uang tapi dibayar dengan alkohol.
Hasilnya kebun anggur tidak terurus dengan baik dan ketika masa
panen banyak buruh yang tidak masuk karena dijejali alkohol
setiap hari dan anggur banyak yang membusuk.
Kebijakan ini berakhir setelah Apartheid dihapuskan, hasilnya
anggur-anggur afrika selatan saat ini mulai diperhitungkan sebagai
saingan anggur Eropa.
Sumber: www.indocenter.co.id













![Validate my RSS feed [Valid RSS]](images/valid-rss-rogers.png)



