Mengenal Lebih Dekat Wakil Direktur PT PBB

Selasa, 12/04/2011 Persib 1295 hits


Selama ini, Farhan yang kita kenal selalu menghiasi layar kaca televisi baik sebagai artis, pembawa acara, maupun penyiar radio. Namun, sejak kecil pria bernama lengkap Muhammad Farhan ini memiliki memori yang mendalam sebagai bobotoh, sebutan pendukung Persib. Agak berlebihan? Nampaknya tidak juga.

Pasalnya, Farhan kini sudah berkostum kebanggan Maung Bandung, julukan Persib, meski bukan menjadi pimpinan tim. Ya, ayah dua anak ini memilih mengabdi kepada Persib melalui jalur berpikir dan bertindak yang agak nyeleneh. Mengemban jabatan di PT Persib Bandung Bermartabat adalah "panggilan" Farhan saat ini.

Mengenal Farhan lebih dekat melalui tulisan ini, saya mendapat jawaban langsung dari pria berusia 41 tahun ini. Meski demikian, Farhan bersedia menjawab dengan jujur sejumlah pertanyaan yang mendasari sosok yang pantas dimuat kali ini.

Muhammad Farhan1. Bung Farhan, bisa cerita latar belakang masa kecil, keluarga dan pengaruh Persib dari kecil sampai sekarang?

Sejak saya sekolah di SD ada kekaguman tersendiri pada permainan sepakbola ini. Terutama sejak nonton Piala Dunia 1978, dimana Argentina bersam Mario Kempes menjadi Juara. Tentu saja sebagai seorang anak SD di Bandung, saya mendambakan kota Bandung punya team sepakbola yang membanggakan. Dan hal itu terwujudlah tiga tahun kemudain ketika di ajang kompetisi Perserikatan PSSI, Persib yang tadinya dianggap angin lalu tampil dengan bintang-bintang muda yang menjanjikan! Sejak saat itu lah keterikatan saya pada Persib begitu kuat. Jiwa seorang anak berusia 8 tahun yang punya impian akan sebuah tim sepakbola kota Bandung yang dibanggakan. Itulah yang tidak pernah hilang dalam diri saya. Hingga tahun 2009 saya dengan mudah menerima ajakan beberapa teman investor untuk menangani sisi bisnis Persib karena sudah mandiri dari APBD. Sejak saat itu hingga sekarang kami pun menjaga tekad agar Persib tetap mandiri dan bersih dari Politik, Sara, Praktik kecurangan & Mismanajemen. Menjadi Persib yang dibanggakan luar dalam!

2. Bagaimana ingatan Persib semenjak kecil bisa membekas?


Punya tim dan pemain jagoan yang tinggal satu kota dengan kita, atau berada dekat dengan jangkauan (paling tidak itu yang saya rasakan) adalah bekas yang tidak akan pernah hilang dari benak dan hati! Melihat keindahan permainan khas Persib dari kaki ke kaki. Gol-gol indah dari set piece kelas Dunia. Itulah yang membekas di hati saya. Gelar juara? Memang dalam ingatan saya Persib baru berhasil dapat gelar juara dua kali. Tapi bagi saya Persib adalah juara sejati meski tanpa mahkota! Untuk itu dari tahun ke tahun kami mengejar segala cara untuk merebut mahkota, tanpa menghilangkan karakter juara sejati: Bertanding dengan sportivitas tinggi.

3. Setelah menjadi presenter terkenal, mengapa bisa sampai menjadi pengurus Persib?

Pada bulan September 2009, Pieter Tanuri, sahabat saya yang menjadi investor di Persib berdiskusi tentang pandangan saya dan Persib. Dari hasil tukar pikiran dengan pengusaha yang sudah saya kenal sejak tahun 2000 itu, disimpulkan bahwa Persib tidak hanya punya potensi untuk jadi Juara di lapangan, tetapi juga menjadi juara di manajemen bisnis sepakbolanya. Potensi ini harus dikelola dengan professional! Sehingga bisa menjadi model pengelolaan klub lain, yang pada gilirannya akan memperbaiki sepak bola nasional.

4. Apakah ada kendala saat menjadi Wakil Direktur PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB)?

Saya sih tidak akan menyebutnya kendala ya? Lebih sebagai sebuah tantangan. Tantangan terbesar adalah mengubah paradigma "sepak bola adalah alat perjuangan, jadi tidak boleh dibisniskan." Padahal paradigma yang baru menunjukkan bahwa tanpa pengelolaan bisnis yang sesuai dengan Good Corporate Governance (GCG), maka sepakbola tidak akan pernah mandiri. Jadi menghadapi pemikiran beberapa pembuat keputusan yang menilai bahwa berinvestasi di sepakbola itu artinya menyumbangkan dana, nah itu yang paling menantang! Kalau dianggap sumbangan belaka, bisa-bisa sponsor dan investor kabur semua. Ini hampir terjadi, investor dan sponsor yang alergi pada konflik apalagi politik, sempat berfikir ulang tentang komitmen mereka. Untunglah, dibantu para investor lain yang punya visi sepakbola modern, kami pelan-pelan mengubah paradigma itu. Sudah berubah total? Belum…artinya tantangan masih kuat dan jalan masih panjang…

5. Suka duka menjadi Wakil Direktur PT PBB seperti sekarang ini?

Saya ini sudah terlalu lama bekerja sendirian, sebagai self employed professional perlu penyesuaian untuk beradaptasi dengan gaya bekerja dalam sebuah tim seperti Persib yang mengadopsi manajemen korporasi. Tadinya saya pikir dengan kerja di Persib saya selalu bisa ke satdion dan hang out dengan pra pemain bintang Persib. Ternyata tidak seperti itu. Tuntutan profesionalisme memaksa saya untuk mengutamakna team work dan kepentingan perusahaan. Seperti sekarang ini saya hamper tidak pernah ke stadion karena kesibukan menjalankan tugas untuk kelancaran usaha Persib. Tapi saya tidak keberatan. Karena sekecil apapun yang saya dan anggota tim lain lakukan adalah kontribusi untuk Persib tercinta.

6. Bagaimana ceritanya sampai Anda dengan menjabat Wakil Direktur PT PBB ini bisa meluangkan waktu di tengah kesibukan profesi di dunia broadcasting?

Apa yang saya lakukan di Persib dan di dunia broadcasting malah jadi saling menunjang. Di setiap kesempatan saya selalu menyuarakan diri sebagai bobotoh Persib. Mengangkat isu klub professional agar mendapat perhatian masyarakat. Karena banyak sekali yang tidak dimengerti tentang permasalahan semua klub sepak bola professional. Akses dan kedekatan saya dengan media broadcasting, alhamdulillah telah mendekatkan Persib dengan awareness masyarakat, terutama dalam rangka mengubah citra bahwa klub sepakbola di Indonesia tidak bisa professional. Bukan hal mudah sih, tapi kalau semuanya mudah maka jadi tidak ada yang menarik dong! he he he

7. Bagaimana strategi Bung Farhan dalam mengelola kegiatan, karena selain di broadcast, keluarga juga di PERSIB?

Time management adalah kuncinya! Saya biasanya akan membagi "jatah" hari untuk masing-masing urusan. Yang pasti setiap urusan dapat jatah paling tidak dua hari. Artinya, ketika bicara soal ada waktu minimal dua hari dalam seminggu saya akan konsen penuh, dan tidak mau ngurusi masalah yang lain. Sisanya saya hanya akan memonitor saja. Demikina juga waktu untuk kegiatan lain. Toh sekarang pun saya hanya membatasi diri untuk aktif di tiga bidang: Persib, Penyiaran (Broadcast) & Sosial bersama Yayasan Cinta Anak Bangsa yang bergerak di kegiatan pencegahan dini penyalah gunaan narkotika.

8. Pencapaian selama berkarir apa tidak cukup?

Alhamdulillah lebih dari cukup. Tapi kebutuhan hidup tidak pernah berhenti di satu titik kebutuhan atau satu momen kehidupan saja. Bahkan dalam beberapa kondisi, dimana kita sudah merasa berkecukupan, maka mulai kebutuhan baru. Apa kebutuhan saya sekarang yang belum terpenuhi? Kebutuhan untuk membuat apa yang saya kerjakan berguna untuk orang lain! Mengabdi untuk kepentingan bersama. Tantangannya adalah bagaimana agar penganbdian ini tidak menjadi ajang untuk menyombongkan diri. Jadi tantangan terbesarnya adalah: Ego jangan sampai mengalahkan maksud dan makna pengabdian. Artinya sadarilah mengabdi itu untuk orang lain, bukan untuk diri sendiri. Sulit? memang, tapi menyenangkan!

9. Bagaimana pandangan bung Farhan mengenai PERSIB saat ini khususnya menjelang kompetisi musim depan?

Ada masalah dengan konsep pembinaan yang tampaknya hanya didasari emosi seorang fans. Pembinaan prestasi sebuah tim professional modern harus didasari dengan metode ilmiah dan perangkat ilmiah juga. Psikologi olah raga dan medik ilmiah harusnya menjadi alat untuk membentuk karakter pemain dan physical fitness para pemain. Pemain professional butuh lebih daripada sekedar pendekatan pribadi. Motivasi pengabdian setiap pemain pun berbeda-beda. Harus ada metode khusus secara team maupun secara individual. Bagaimana kita menjelaskan penampilan Cecep di bawah mistar gawang, yang walaupun kalah teknis dari Markus, tapi punya motivasi yang menggebu? Mengapa Matsunaga tampak lebih ngotot daripada Gonzales? Semua itu tidak bisa dijawab hanya dengan pendekatan pribadi apalagi uang! Bagaimana membangkitkan motivasi Eka & Hilton setelah cedera panjang? Pake bonus uang? Tentu tidak!

10. Seperti sudah diketahui, PERSIB saat ini sudah jadi klub profesional. Tidak disusui APBD. Bagaimana meramal nasib Maung Bandung di masa yang akan datang?

Persib bisa menjadi seperti sekarang karena komitmen para investor yang solid. Sampai hari ini yang membuat para investor ini bertahan karena visi mereka yang menyatu dengan dambaan prestasi jutaan bobotoh Persib sa alam dunya! Artinya, semua usaha kita ini ditujukan pada satu hal: prestasi. Baik prestasi di kompetisi maupun di pengelolaan klub. Kami percaya bahwa menjadi klub profesional harus memiliki tiga visi yang tegas: Good Corporate Governance, Non Partisan & Non Rasis. Visi ini mendasari bergeraknya Persib menjadi klub profesional terbuka yang dikagumi dan dicintai siapapun. Namun bukan berarti mengingkari sejarah panjang dan akar kuat di tatar Pasundan. Pernahkan Anda terbayang Manchester United bermarkas di luar Manchester? Tentu Tidak! Tapi pernahkah ada larangan menjadi pengagum dan pencinta MU, walaupun kita ada di belahan bumi yang berbeda? Tentu Tidak! Jadi siapa pun tidak mungkin memindahkan Persib dari Bandung, tapi bukan berarti orang luar Bandung tidak boleh mencintainya! Jadi bayangkanlah, lima tahun lagi Persib adalah klub profesional Indonesia asal Bandung, yang dibanggakan dan dicintai oleh siapapun, dengan prestasi level Asia!

11.Saat ini kan menjadi orang di balik sebuah tim, adakah keinginan untuk turun langsung menjadi pimpinan tim?

Saya memilih untuk tetap menjadi di balik atau pendukung tim, karena kabisa saya hanya di situ. Saya tidak punya ilmu untuk langsung menangani tim. Perlu belajar tahunan secara benar. Saya tidak mau menjadi seorang oportunis yang memanfaatkan situasi, terus nyanyahoanan (sotoy) jadi seorang pimpinan tim, padahal ilmu saya tentang itu rendah. Artinya mari kita belajar menjadi profesional dengan menempatkan diri di posisi masing-masing yang sesuai dengan kemampuan dan hasil. Jangan sampai: kemampuan gak ada, hasil memalukan, eh masih ngotot mempertahnkan posisi hanya karena masih ada kesempatan dan kekuasaan. Persib adalah klub professional! Bukan partai atau dinasti yang diwariskan!

12. Kalau boleh disebutkan, tim mana yang selalu mendebarkan saat PERSIB bertanding? Apa alasannya?

Bertemu dengan Arema, Persipura, Persija dan SFC! Bukan Cuma sekedar menang atauh kalah, tapi menyangkut harga diri. Tingkat permainan mereka juga sangat tinggi, jadi sedikit saja kita berbuat kesalahan di lapangan, maka tidak ragu lagi eksekusi gol demi gol mengancam.Tapi memang, tidak hanya penonton, pemain juga nampak punya motivasi lebih kalau menghadapi empat tim ini.

13. Apa hobi yang saat ini paling ditekuni?

Saya selalu membaca dan mengkoleksi buku. Buku apa saja saya sikat, sampai bersih sikatnya! ha ha ha ha

14. Mimpi apa yang ingin diraih bersama PERSIB di masa depan?

Menjadi juara Indonesia dan juara di Asia.Muluk? Memang, tapi bukan tidak mungkin diraih dalam lima tahun ini. Tempatkan orang yang tepat, maka Persib tidak akan tertahankan! Prospek bisnisnya akan dengan mudah mengikuti, karena sekarang manajemen bisnis Persib sudah punya dasar yang sangat kuat. Tapi tentu akan percuma tanpa prestasi, karena prestasi lah yang menjadi perekat bobotoh.

15.Terakhir, ada pesan bagi teman-teman bobotoh PERSIB?

Mari kita ubah paradigma berfikir: Sepak bola sebagai alat perjuangan tidak boleh dibisniskan! Karena tidak berubah dan tidak boleh dibisniskan, maka Persib tidak akan pernah mandiri. Kita ubah juga pemikiran bahwa Persib hanya milik orang Bandung. Persib adalah asset nasional. Milik Indonesia. Untuk itu mari kita harumkan Indonesia dengan prestasi Persib di Asia! (acf)

sumber: okezone

: tanpa label


Markas Baru Persib Di Gedebage

Minggu, 06/06/2010

Shahril Sudah Tak Sabar

Senin, 04/10/2010


Silakan beri komentar :)

Tahukah ANDA ?
Galileo Galilei. Galileo Galilei, adalah orang yang mengalami kesulitan, baik semasa hidup maupun setelah mati. Saat kematiannya di tahun 1642, tubuhnya tidak langsung dikuburkan, melainkan tetap disimpan hingga tahun 1737, hampir seabad berikutnya. Sebelum dikuburkan di Gereja Santa Croce, Florence, Italia, seorang bangsawan memotong tiga jari-jari Galileo sebagai "kenang-kenangan". Dua…

Lagu-lagu anime tahun 90'an


MUTIARA HADIST

Dari Abdillah Bin 'Amr Bin Al-'Ash Ra. Bahwa Rasulullah Saw Bersabda: "Barangsiapa Yang Memiliki Empat Sifat Maka Ia Munafik Murni Dan Barangsiapa Memiliki Satu Darinya, Berarti Ia Mempunyai Satu Sifat Munafik, Yaitu Jika Diberi Amanat Ia Berkhianat, Bila Bicara Ia Dusta, Jika Berjanji Ia Mengingkari Dan Jika Bersengketa Ia Membongkar Rahasia Terdahulu."

Apakah Anda Punya Sifat Munafik?

Hosting, VPS & Server

Kini saatnya memiliki website/blog professional dan memiliki prestise baik untuk pribadi maupun instansi/perusahaan. Layanan VPS maupun Dedicated Server dengan harga yang terjangkau

Learn More

Web Desain

Memerlukan layanan Jasa pembuatan website ? Jangan ragu untuk menggunakan layanan GaluhWeb yang telah digunakan oleh puluhan Pelanggan. Ayo tunggu apalagi ?

Learn More

Domain

Gunakan identitas bisnis atau blog dengan domain yang keren. Harga murah dengan fitur melimpah. Buruan daftarkan domain anda sebelum keduluan yang lain :)

Learn More