Teman Dalam Islam

Sabtu, 12/06/2010 NoCategory 2173 hits


ISLAM sebagai agama yang sempurna mengatur adab dan batasan-batasan pergaulan. Pasalnya, dampak pergaulan sangat besar. Banyak orang terjerumus ke lubang kemaksiatan dan kesesatan karena bergaul dengan temannya yang jahat.

Dalam sebuah hadis Rasullullah saw. menyebutkan peranan dan dampak seorang teman. "Perumpamaan teman duduk yang baik dengan teman duduk yang jahat adalah seperti penjual minyak wangi dengan pandai besi. Penjual minyak wangi tidak melewatkan kamu, baik engkau akan membelinya atau engkau tidak membelinya, engkau pasti akan mendapatkan wanginya yang enak. Sementara pandai besi akan membakar bajumu atau engkau akan mendapatkan baunya yang tidak enak". (H.R. Muttafaqun Alaih).

Ezwan en Senja

Rasulullah saw. menjadikan seseorang teman sebagai patokan terhadap baik dan buruknya agamanya. Oleh sebab itu, Rasulullah memerintahkan agar memilah dan memilih teman bergaul.

Kehadiran seorang sangat penting, karena setiap orang dapat hidup tanpa bantuan orang lain. Manusia adalah mahluk sosial yang pasti membutuhkan lingkungan dan pergaulan. Sedangkan, dalam pergaulan tersebut seseorang akan memiliki teman, baik di sekolah, tempat kerja, ataupun di lingkungan tempat tinggalnya. Sehingga kehadiran teman merupakan elemen penting yang berpengaruh bagi kehidupan seseorang.

Dalam hadis lainnya, Rasulullah saw. bersabda, "Seseorang berada di atas agama temannya, oleh karena itu hendaknya seseorang di antara kamu melihat dengan siapa dia bergaul. (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Dawud, Tirmidzi, Hakim dengan sanad yang saling menguatkan satu dengan yang lain).

Dengan begitu, seorang teman memberikan pengaruh yang besar dalam setiap kehidupan. Janganlah ia menyebabkan kita menyesal pada hari kiamat nanti akibat bujuk rayu dan pengaruhnya.

Allah berfirman yang artinya, "Ingatlah hari ketika orang-orang zhalim menggigit dua tangannya seraya berkata, 'Aduhai kiranya aku dulu mengambil jalan bersama-sama Rasul. Kecelakaan besar bagiku! Kiranya dulu aku tidak mengambil si fulan sebagai teman akrabku. Sesungguhnya dia telah menyesatkan aku dari Al-Quran sesudah Al-Quran itu datang kepadaku.' Syetan itu tidak mau menolong manusia." (Q.S. Al-Furqan: 27-29). (Penulis adalah Kepala Seksi Urusan Agama Islam Kementerian Agama Kab. Bandung)**

Oleh: H. Dadi Rusmadi

ref: klik-galamedia.com

: tanpa label



Silakan beri komentar :)

Tahukah ANDA ?
"Quo Vadis?", film buatan tahun 1951 yang diangkat dari novel karya Henryk Sienkiewicz memang sebuah film yang luar biasa. Dalam pembuatan film ini, diperlukan 30.000 orang pemain ekstra, dan masih ditambah dengan 63 ekor singa. Ada keunikan dari film "Quo Vadis?" tersebut. Pada adegan balap chariot, bila diperhatikan secara seksama,…


MUTIARA HADIST

Aku Adalah Menurut Persangkaan Hamba-Ku Kepada-Ku.Dan Aku Bersamanya Sepanjang Ia Ingat Kepada-Ku. Jika Ia Menyebut-Ku Dalam Dirinya, Maka Aku Menyebutnya Dalam Diri-Ku. Ketika Ia Menyebut-Ku Ditengah-tengah Sekelompok Orang, Maka Aku Menyebutkannya Di Tengah-tengah Kelompok Yang Lebih Baik Dari Mereka (kelompok Malaikat).

Optimis Dan Positive Thingkinglah Kepada Allah !

Hosting, VPS & Server

Kini saatnya memiliki website/blog professional dan memiliki prestise baik untuk pribadi maupun instansi/perusahaan. Layanan VPS maupun Dedicated Server dengan harga yang terjangkau

Learn More

Web Desain

Memerlukan layanan Jasa pembuatan website ? Jangan ragu untuk menggunakan layanan GaluhWeb yang telah digunakan oleh puluhan Pelanggan. Ayo tunggu apalagi ?

Learn More

Domain

Gunakan identitas bisnis atau blog dengan domain yang keren. Harga murah dengan fitur melimpah. Buruan daftarkan domain anda sebelum keduluan yang lain :)

Learn More