Ganesha Digital Library 4.2

Senin, 10/12/2007 Internet 3161 hits


1. GDL 4.2, sumbangan ITB bagi komunitas opensource Indonesia

GDL 4.2 merupakan program opensource dengan lisensi GPL. Dengan lisensi ini, siapapun dapat menggunakan dan memanfaatkan source code program ini. GDL 4.2 merupakan sumbangan ITB bagi komunitas opensource di Indonesia pada khususnya dan dunia pada umumnya. Program yang dikembangkan dengan dukungan dana dari program INHERENT DIKTI ini diharapkan dapat digunakan oleh masyarakat umum terutama insitusi akademik. GDL 4.2 adalah pengembangan dari GDL versi sebelumnya dengan penambahan beberapa fitur. Pengembangan GDL 4.2 juga dilakukan dengan metode pembangunan perangkat lunak yang standard agar memudahkan pengembangan program ini selanjutnya.

2. Pertimbangan dalam pengembangan

Suatu software dikatakan baik apabila mampu memenuhi kebutuhan pengguna. Hal ini dikenal dengan pemenuhan user requirements.Kualitas software juga ditentukan oleh pemenuhan standard pengembangan software. Pengembangan software GDL 4.2 ini dilakukan dengan menggunakan urutan langkah pengembangan software yang standard yaitu dimulai dengan pendefinisian user requirements agar software yang dibuat benar-benar dapat memenuhi kebutuhan pengguna. Lalu dilanjutkan dengan tahap analisis dan desain, kemudian tahap implementasi, dan diakhiri dengan pengujian. Semua langkah diatas didokumentasikan dengan baik menggunakan pemodelan UML (Unified Modelling Language).

Pengembangan GDL lebih lanjut dalam komunitas opensource membutuhkan dua hal. Pertama, re-usability, artinya kode program yang ada harus seefisien mungkin dan dapat di-reuse. Fitur ini memudahkan pengembang berikutnya karena pengembang berikutnya tidak harus mulai dari awal dalam pengembangan software GDL ini. Kedua adalah dokumentasi pembangunan perangkat lunak yang baik. Dokumentasi ini memudahkan pengembang berikutnya, karena pengembang tidak perlu membongkar seluruh source code untuk dapat memahami kerja software ini.

Kedua hal diataslah yang ingin dicapai dalam pembangunan software GDL 4.2 ini, selain tentunya penambahan beberapa fitur. Pada pembangunan perangkat lunak GDL 4.2 ini telah digunakan konsep berorientasi objek meskipun belum secara keseluruhan. Pembagian modul juga telah dilakukan dengan jelas, sehingga perangkat lunak dapat dipahami dengan cukup melihat struktur modulnya. Pembagian kelas-kelas dilakukan agar masing-masing kelas dapat digunakan kembali pada modul yang berbeda dengan mudah. Pembagian kelas juga dilakukan agar apabila terjadi perubahan pada satu kelas, tidak akan mempengaruhi keseluruhan progam (modularity).

Untuk mengetahui kelas apa saja yang ada dan kegunaannya, pengembang dapat mengacu pada dokumentasi pembangunan perangkat lunak GDL 4.2.Dokumen ini ditulis menggunakan format milik Program Studi Teknik Informatika ITB. Pemodelan yang digunakan pada dokumen ini adalah UML (Unified Modelling Language).

GDL 4.2 dikembangkan dengan memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut :

  1. Correctness

GDL 4.2 dibangun dengan mengacu pada user requirement. Dengan hal ini, pengembang dapat yakin bahwa software yang dibangun benar-benar dapat memenuhi kebutuhan user.

  1. Reliability

Sebelum diluncurkan, software GDL 4.2 telah melalui tahap pengujian yang didokumentasikan dengan baik. Setelah dapat melewati proses pengujian, pengembang dapat yakin bahwa software GDL 4.2 reliable.

  1. Efficiency

GDL 4.2 berusaha mengoptimalkan kode yang ada dengan menggunakan metode object oriented. Selain itu, untuk mendukung efisiensi, GDL 4.2 menggunakan program opensource lain yang terbukti efisien sebagai sub-sistem diantaranya adalah program search engine swish-e.

  1. Integrity

GDL 4.2 memiliki fitur manajemen user yang baik sehingga user dapat diklasifikasikan sesuai kebutuhan. Dengan hal ini dapat dihindari akses oleh pihak yang tidak berhak.

  1. Usability

Human computer interaction pada pembangunan GDL 4.2 diperhatikan sehingga pengguna baru dapat mempelajari dengan cepat cara penggunaan program ini. Pengguna juga dapat menginterpretasi output dari GDL 4.2 dengan mudah. Tak lupa pengembang juga menyertakan user guide pada saat instalasi maupun operasional.

  1. Maintainability

GDL 4.2 juga menyediakan berbagai fitur yang memudahkan administrator merawat program ini. Diantaranya adalah pencatatan aktivitas (log), fitur manajemen pengguna, manajemen server, dan lain sebagainya.

  1. Flexibility

Flexibility GDL 4.2 berkaitan dengan dua hal. Pertama, GDL 4.2 mendukung tiga sistem operasi yang biasa digunakan sebagai server yaitu Windows, Linux, dan FreeBSD. Flexibility kedua adalah kemudahan untuk melakukan modifikasi program pada GDL 4.2 karena adanya modularity.

  1. Testability

Sebelum diluncurkan, GDL 4.2 telah melalui tahap pengujian yang didokumentasikan dengan baik. Pengujian dilakukan oleh satu tim khusus dengan berpedoman pada dokumen pengujian yang dibuat oleh tim analis.

  1. Portability

GDL 4.2 dibundel dalam satu file installer yang dapat dipindahkan dengan mudah dari satu mesin ke mesin yang lain. GDL 4.2 juga menyediakan fitur migrasi dari GDL 4.0 ke GDL 4.2. Dengan fitur ini, pengguna GDL 4.0 tidak perlu repot untuk meng-upgrade GDL miliknya ke versi 4.2.

  1. Reusability

Dengan menggunakan metode object oriented, software yang dikembangkan dapat dengan mudah di re-use. Hal ini berkaitan pula dengan fitur modularity.

  1. Interoperability

Salah satu keunggulan utama dari GDL 4.2 adalah interoperability. GDL 4.2 pada suatu server dapat dengan mudah berkomunikasi dan bertukar data dengan GDL 4.2 pada server lain. Beberapa GDL 4.2 dapat membentuk suatu jaringan perpustakaan digital yang dapat saling bertukar data dengan mudah. Pengguna yang teregistrasi pada salah satu server GDL juga dapat login pada GDL lain dengan mudah (dengan beberapa setting khusus).

  1. Modularity

GDL 4.2 dikembangkan secara modular. Hal ini memudahkan pengembang untuk melakukan modifikasi program. Karena modifikasi pada satu modul tidak akan mempengaruhi seluruh sistem. Modularity juga berguna dalam kaitannya dengan reusability.

  1. Traceability

Dengan pendokumentasian yang baik, pengguna maupun pengembang berikutnya dapat mempelajari program GDL 4.2 dengan mudah tanpa harus �?membongkar�? seluruh program.

  1. Documentation

Pengembangan perangkat lunak GDL 4.2 didokumentasikan dengan baik. Harapan kami adalah dokumen ini dapat bermanfaat dan memudahkan masyarakat terutama pengembang berikutnya untuk mengembangka GDL 4.2, sejalan dengan tujuan pengembangan GDL 4.2 sebagai sumbangan ITB bagi komunitas opensource Indonesia.

Sumber Artikel : http://www.aulia-ra.org/2007/01/24/ganesha-digital-library-42/

DOWNLOAD

Source = Windows / Linux

Dokumentasi = PDF

: tanpa label


Aktifkan Swap Pada OpenVZ VPS

Selasa, 21/09/2010


Silakan beri komentar :)

Tahukah ANDA ?
Di tahun 1823, Richard Dodd meminjam buku tentang penyakit Febrile dari perpustakaan University of Cincinnati Medical Library. Entah karena apa, buku terlupakan baik oleh Richard Dodd ataupun oleh pengurus perpustakaan. Dan waktupun terus berlalu. Tanggal 7 Desember 1968, cucu dari Richard Dodd mengembalikan buku itu ke perpustakaan Universitas Cincinnati. Buku…

Cangehgar: Pesen Lotek


MUTIARA HADIST

Dari Ibnu Mas'ud Ra. Telah Berkata: Telah Bersabda Rasulullah Saw: "Tidak Halal Darah Seorang Muslim Kecuali Disebabkan Salah Satu Dari Tiga Perkara: Duda/janda Yang Berzina, Pembunuhan Dibalas Bunuh, Orang Meninggalkan Agamanya, Memisahkan Diri Dari Jama'ah (murtad)."

Hati-hati Wahai Saudaraku...

Hosting, VPS & Server

Kini saatnya memiliki website/blog professional dan memiliki prestise baik untuk pribadi maupun instansi/perusahaan. Layanan VPS maupun Dedicated Server dengan harga yang terjangkau

Learn More

Web Desain

Memerlukan layanan Jasa pembuatan website ? Jangan ragu untuk menggunakan layanan GaluhWeb yang telah digunakan oleh puluhan Pelanggan. Ayo tunggu apalagi ?

Learn More

Domain

Gunakan identitas bisnis atau blog dengan domain yang keren. Harga murah dengan fitur melimpah. Buruan daftarkan domain anda sebelum keduluan yang lain :)

Learn More