Salah satu kegiatan
yang cukup sering dilakukan dalam berinternet adalah mengunduh
(download) file. File yang di download pun beraneka ragam, mulai dari
dokumentasi berupa teks (yang hanya berukuran beberapa kilobyte),
file-file multimedia yang berukuran beberapa megabyte, sampai file-file
berformat ISO yang ukurannya bisa mencapai ratusan megabyte.
Waktu
yang dibutuhkan untuk proses download suatu file berbanding lurus
dengan ukuran file tersebut. Jika ukuran file yang di download relatif
kecil, proses download relatif cepat. Sebaliknya, jika ukuran file yang
hendak di download besar, waktu yang dibutuhkan pun akan makin lama.
Selain
waktu download yang lama, proses download file berukuran besar juga
memiliki potensi kegagalan yang besar, misalnya jika koneksi terputus
di tengah-tengah proses download. Untunglah kini terdapat berbagai
macam perangkat download manager yang sangat bermanfaat dalam membantu
proses download.
Perangkat download manager umumnya memiliki aneka feature sebagai
berikut:
•
Dapat melanjutkan proses download. Jika proses download terhenti,
misalnya karena koneksi terputus atau listrik mendadak padam, saat
kondisi kembali normal, perangkat download manager dapat melanjutkan
kembali proses download tanpa harus mengulang dari awal.
•
Mempercepat proses download. Jika ukuran file yang di-download cukup
besar, perangkat download manager dapat membagi file tersebut menjadi
beberapa bagian yang lebih kecil. Kemudian, download manager akan
melakukan proses download terhadap beberapa bagian file tersebut secara
simultan.
• Beberapa perangkat download manager dilengkapi dengan feature
pencarian mirror, sehingga jika salah satu mirror mengalami
masalah, proses download file akan dilanjutkan dengan mencari file yang
sama dari mirror lain. Berikut Inl akan dibahas beberapa perangkat
download manager yang ada di sistem operasi Linux.
Mozilla Firefox
Mungkin Anda akan bertanya-tanya, bukankah Mozilla Firefox adalah
sebuah browser?
Benar, tetapi Mozilla Firefox juga dilengkapi dengan perangkat download
manager yang sederhana tapi cukup ampuh.
Untuk melakukan download dengan Mozilla Firefox, klik-kanan link file yang
akan di-download. Pada menu yang muncul, pilih Save Link As.
Kemudian (tergantung konfigurasinya), Mozilla Firefox akan segera
melakukan download atau menanyakan terlebih dahulu lokasi penyimpanan
hasil download tersebut.
Konfigurasi
download tersebut diatur melalui menu Edit > Preferences.
Pada kotak dialog Firefox
Preferences, masuklah ke halaman Main. Pada bagian downloads, pilih Ask me where to save every file
jika Anda ingin selalu menentukan terlebih dahulu di mana file hasil
download akan disimpan. Atau, pilih Save
files to dan tentukan folder penyimpanan yang akan
menampung seluruh file hasil download.
Daftar file yang sedang dan telah di-download akan ditampung pada
sebuah jendela download yang dapat diaktifkan melalui menu Tools > downloads
atau kombinasi tombol Ctrl+Y.
Saat suatu file sedang di-download, jendela downloads tersebut akan
menampilkan progress
atau persentase file yang telah ter-download. Link Cancel digunakan
untuk membatalkan proses download dan link Pause digunakan
untuk menghentikan proses download sementara. Jika diklik link Pause
tersebut akan berubah menjadi Resume,
sehingga dengan mengklik link Resume proses download akan
dilanjutkan kembali.
Sayangnya,
kelemahan dari download manager bawaan Mozilla Firefox ini adalah tidak
dapat melanjutkan proses download jika koneksi terputus atau aplikasi
Mozilla Firefox ditutup. Jadi saat dilakukan pause, koneksi harus tetap
ada dan Mozilla Firefox tidak boleh ditutup.
Setelah proses
download selesai, jendela downloads tetap menampilkan daftar file yang
telah di-download. Link Open dapat digunakan untuk membuka file hasil
download jika terdapat aplikasi yang mendukung penggunaan file
tersebut. Untuk menghapus daftar file tersebut dari jendela downloads,
klik link Remove.
Untuk menghapus daftar seluruh file, klik tombol Clean Up. Penghapusan
file dari daftar tidak menghapus file dari folder penyimpanannya.
KGET
KGet merupakan salah satu aplikasi download manager berbasis GUI. Jika Anda
menggunakan Desktop
Manager KDE, kemungkinan besar KGet sudah tercakup di
dalamnya.
Saat pertama kali dijalankan, KGet akan menanyakan apakah aplikasi
tersebut akan diintegrasikan ke dalam Konqueror. Jika ya,
klik tombol Enable.
Apabila Anda menggunakan Konqueror untuk melakukan browsing dan
menemukan link file yang akan di-download, klik-kanan link tersebut dan
pilih item menu download
with KGet. KGet kemudian akan menanyakan di mana file
tersebut akan disimpan.
Jika
Anda menggunakan browser lain, link file yang akan didownload dapat
disalin terlebih dahulu kemudian bukalah aplikasi KGet dan klik menu File > Open.
Ketikkan atau paste hasil penyalinan link file yang akan di-download
pada kotak dialog Open
tersebut.
KGet juga mendukung penggunaan fasilitas drag and drop.
Jadi link file yang hendak di-download dapat diklik, ditarik, dan
dilepaskan pada area aplikasi Kget. Selanjutnya, KGet akan menanyakan
di mana file tersebut akan disimpan dan proses download akan segera
dilakukan.
Seluruh keunggulan perangkat download manager yang
telah disebutkan di awal tulisan ini dimiliki oleh KGet. Jadi KGet
dapat melanjutkan proses download yang terputus serta mempercepat
proses download.
Konfigurasi KGet dilakukan melalui menu Settings > Configure KGet.
Beberapa kelebihan KGet terlihat dari konfigurasi
tersebut, di antaranya adalah:
- Kemampuan auto-disconnect (memutuskan koneksi secara otomatis) setelah proses download selesai. Hal ini sangat bermanfaat bagi pengguna koneksi dial up. Pengaturan auto-disconnect dilakukan melalui halaman Automation. Pilih opsi Auto disconnect after completing downloads dan tentukan perintah yang digunakan untuk melakukan pemutusan hubungan. Secara default, perintah tersebut adalah kppp -k. Namun Anda juga dapat menggantinya sendiri sesuai dengan jenis koneksi yang Anda miliki, misalnya cinternet -i ppp0 -0 atau /usr/sbin/usernetctl ppp0 down.
- Kemampuan auto-shutdown (shutdown secara otomatis) jika proses download telah selesai.
- Pembatasan jumlah file yang dapat di-download secara simultan.
- Penentuan folder penampung hasil download berdasarkan ekstensi file yang di-download. Pengaturannya dilakukan melalui halaman Folders, Masukkan ekstensi file yang diinginkan pada kotak Extensions (misalnya *.pdf), tentukan folder penyimpanannya, dan klik tombol Add.
Wget adalah download manager yang berbasis perintah baris (CLI = Command Line Interface). Karena berbasis perintah baris, kelemahan wget terletak pada penggunaan opsi-opsi perintah yang cukup banyak dan sulit dihafalkan. Tetapi di balik itu, wget memiliki cukup banyak kelebihan, di antaranya adalah:
- Dapat melanjutkan download yang terputus.
- Dapat menggunakan wildcard dalam penulisan nama file.
- Dapat melakukan download di dalam direktori secara rekursif.
- Mendukung proxy HTTP dan SOCKS.
- Mendukung cookies.
- Tersedia dalam versi Windows.
PROZILLA
Prozilla juga merupakan download manager yang berbasis teks, Kelebihan Prozilla dibandingkan dengan wget adalah adanya fasilitas accelerator (penambah laju download) yang lebih baik. Prozilla mengklaim mampu menghasilkan penambahan laju hingga mencapai 300%.
Saat ini, relatif jarang Distro Linux yang telah dilengkapi dengan Prozilla. Anda harus men-download sendiri aplikasi Prozilla melalui alamat berikut: http://prozilla.genesys.ro/?p=download. Beberapa distro Linux juga menyertakan paket instalasi binari Prozilla pada server repositori mereka, misalnya Fedora Core di Fedora Extras (http://download.fedora.redhat.com/pub/fedora/linux/extras/).
Perintah untuk melakukan download file dalam Prozilla adalah $ proz [-k n] url.
Opsi -k n digunakan untuk °memecah" file menjadi n bagian. Secara default, Prozilla akan memecah file menjadi 4 bagian. Contoh: $ proz -k 10 http://www.anu.com/namafile.tar.gz.
Jika karena suatu hal Anda terpaksa harus menghentikan proses download, tekan kombinasi tombol Ctrl+R agar kelak proses download tersebut dapat dilanjutkan lagi. Untuk melanjutkan proses download, gunakan opsi -r. Contoh: $ proz -r -k 10 http://www.anu.com/namafile.tar.gz
Prozilla sebenarnya dilengkapi dengan perangkat berbasis GUI, yaitu ProzGUl. Namun entah kenapa, instalasi ProzGUI yang coba kami lakukan selalu mengalami kegagalan, sehingga belum dapat kami bahas pada kesempatan kali ini.
Sumber : Majalah Info Komputer